Harga Kedelai Melangit Produsen Tahu Tempe Menjerit

Harga Kedelai Melangit Produsen Tahu Tempe Menjerit
Proses pembuatan tahu di UD Sumber Hidup, Gebang Poreng, Jember

JEMBER - Harga kedelai di pasaran saat ini masih tinggi. Para pengusaha home industri tahu tempe mengeluh dan harus putar otak supaya bisa bertahan di tengah masa sulit ini. 

Rahim pemilik UD. Sumber Hidup yang sudah puluhan tahun membuat tahu merasakan tingginya harga kedelai. Padahal kedelai adalah bahan baku utama usahanya. 

"Sekarang saya hanya produksi antara satu sampai satu setengah kwintal saja, " ucap Rahim kepada Wartawan, Jum'at, (8/1/2021).

Lebih jauh Rahim menjelaskan, sebelum harga naik sekitar pertengahan Bulan Desember 2020 perusahaan miliknya masih mampu membeli 3 kwintal per hari. Dengan naiknya harga kedelai mau tidak mau ia memutar otak agar usahanya bisa bertahan. Ia memiliki 6 tenaga kerja berlokasi di wilayah Gebang Poreng, Kecamatan Patrang, Jember.

"Saya berencana mengurangi tenaga kerja tapi mereka memaksa bertahan untuk bekerja terus, " katanya lirih. Ia tidak tega sebab mencari pekerjaan di saat seperti sekarang sangat sulit. Apalagi mereka memiliki istri dan anak yang membutuhkan makan. Dengan kapasitas produksi yang jauh menurun dan jumlah tenaga kerja yang sama akibatnya jam produksi hanya setengah hari saja. 

Produksi tahunya langsung diolah menjadi tahu goreng. Rahim tidak menjual tahu mentah tetapi produksinya langsung digoreng. Menejemen tahu goreng dikelola oleh keponakannya.

Dipasaran, tahu goreng dari UD Sumber Hidup perbungkus dijual seharga 3.500 tetapi sekarang jumlahnya berkurang. Jika dulu bisa berisi 22 biji sekarang kurang dari 20 per bungkus.

Kondisi yang sama dialami Arsito. Setiap hari Arsito berjualan tahu tempe secara berkeliling. Tahu kulakan di tempat lain sedangkan tempenya ia buat sendiri. Rata-rata tiap hari membutuhkan 15 kg. Untuk menyiasati, ukuran tempe dikurangi tetapi harganya tetap yaitu 2.000 per bungkus. Arsito mengeluhkan harga kedelai yang terus melambung. 

Www.Indonesiasatu, co.id mengecek harga di salah satu grosir kedelai di Jalan Manggar, Jember. Haryanto, pemilik toko mengatakan saat ini harga dipatok 9.000/kg. Ia beralasan, dari importir yang menentukan harganya sedangkan stok kedelai lokal tidak ada dipasaran. "Importir di Surabaya bilang semestinya harga seharusnya itu bisa sembilan ribu lima ratus tetapi mereka mengalah mengingat sekarang situasinya sama-sama sulit, " ucap Asen sapaan sehari-hari Haryanto.

Baik produsen tahu tempe dan grosir kedelai berharap keadaan ini segera berakhir dan harga kedelai kembali ke posisi 7.000-an sehingga usaha mereka berjalan lancar. (Sigit)

.

Jatim Jember
Sigit Priyono Azeta

Sigit Priyono Azeta

Previous Article

Penyintas Covid19 Diharap Donorkan Plasma...

Next Article

Angka Positif Masih Tinggi, Dandim 0824/Jember...

Related Posts

Peringkat

Profle

Syafruddin Adi

Achmad Sarjono

Achmad Sarjono verified

Postingan Bulan ini: 117

Postingan Tahun ini: 556

Registered: Sep 25, 2020

Herman Djide

Herman Djide verified

Postingan Bulan ini: 51

Postingan Tahun ini: 1004

Registered: Sep 22, 2020

Suhardi

Suhardi

Postingan Bulan ini: 47

Postingan Tahun ini: 536

Registered: Sep 22, 2020

H. Syamsul Hadi, S.Pd

H. Syamsul Hadi, S.Pd

Postingan Bulan ini: 39

Postingan Tahun ini: 183

Registered: Jan 24, 2021

Profle

Azhar Harahap

Akhirnya Terjawab Sudah, MK Terima Gugatan  Dan Mengadili Perkara PSU Pilkada 2020
Sat Narkoba Polres Bantaeng Amankan 2 Warga dan 1 Oknum Polisi, Tes Urine Positif
Aneh, Oknum Bendahara DPRD Jeneponto Bawa Kabur Uang Negara Rp500 Juta, Sekwan: Itu Alami Tak Perlu Dipersoalkan
Status Prodi Teknik Sipil dan Elektro di UKI Toraja, Legalitas Ijazahnya Dijamin

Follow Us

Recommended Posts

Cegah Penyebaran Covid 19, Muspika Kaliwates, Sambut Kepulangan PMI di Lokasi Isolasi Hotel Kebonagung Jember
Operasi Yustisi Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Covid 19 Kabupaten Jember, Tindak Tegas Pelanggar
Bupati Tetapkan Edamame Jadi Bagian Ikon Kabupaten Jember
Bagi Masker Dan Takjil Gratis Sambut Ramadhan Dan Diesnatalis, UKM KSR Politeknik Negeri Jember
Tony Rosyid: Anies Berpotensi Jadi Tokoh Fenomenal di 2024