Meotel Hotel Jember Rayakan Isra Mi'raj dengan Murid SLB Tunagrahita

Meotel Hotel Jember Rayakan Isra Mi'raj dengan Murid SLB Tunagrahita
Jaka bercerita tentang sejarah Isra Mi'raj dihadapan murid SLB Tunagrahita

JEMBER - Meotel Hotel by Dafam Jember merayakan Isra Mi'raj tahun 1442 Hijriah dengan mengundang murid Sekolah Luar Biasa (SLB) Tunagrahita TPA Jember. Acara dikemas dalam bentuk cerita tentang sejarah perjalanan Nabi Besar Muhammad SAW di ballroom lantai 2 hotel, Kamis (11/3/2021).

Menejemen memilih bentuk acara dengan pertimbangan masak dan masukan dari beberapa pihak. Program Corporate Social Responsibilities (CSR) tersebut mendapat respon positif dari General Manager (GM), Helman Dedi Choandra. 

Andra sapaan GM Meotel mengatakan tujuan kegiatan adalah selain meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT juga ingin berbagi berkah kepada murid sekolah tunagrahita.

"Ini bagian dari program kerja Social Sqoud Aktivity, salah satunya aksi sosial dan keagamaan, " kata GM Meotel.

Sosok muda yang menahkodai Hotel Meotel di Jember itu menjelaskan lebih jauh. "Konsep kegiatannya simpel yaitu mendistribusikan sejarah Islam kepada adik-adik berkebutuhan khusus, " katanya. 

Ini juga mengatakan, setiap tanggal 20 Maret, diperingati sebagai hari Dongeng Nasional. "Sejarah Isra Mi'raj disajikan dengan cara bercerita yang lebih mudah diterima oleh anak-anak, " Andra menutup statmennya. 

Hotel Meotel menggandeng Persaudaraan Pencerita Muslim Indonesia (PPMI) dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Jaka, Ketua PPMI Jember, memandu acara dengan gaya luwes dan lucu sehingga anak-anak berkebutuhan khusus senang. Guru pendamping dan panitia larut dalam alur cerita yang dibawakan Jaka. 

SLB Tunagrahita membawa 20 murid setingkat SD didampingi guru pembimbing.  

Di bagian lain Kepala Sekolah SLB, Tutik Pudjiastuti, MM., merasa senang dan bangga saat hadir mendampingi murid-muridnya. Ia mengatakan, baru kali ini diundang oleh Hotel. 

Kepada media ia mengatakan juga, "Mendengarkan cerita tentang sejarah Isra Mi'raj dengan gaya dongeng saya yakin anak-anak akan semakin meningkat ketaqwaannya". 

Tutik menerangkan, anak tunagrahita itu anak yang kekurangan dalam daya tangkap (keterbelakangan mental) terhadap lingkungan sekitar sehingga terlihat tidak lazim. Mereka berbeda dengan anak cacat. Setiap mereka didampingi guru yang bertugas menterjemahkan dalam bahasa yang biasa dipahami. (Sigit)

HOTEL JEMBER JATIM
Sigit Priyono Azeta

Sigit Priyono Azeta

Previous Article

Jalan Penghubung Desa Harjomulyo dan Desa...

Next Article

Semaan Al Qur’an Masyarakat Di Masjid Al...

Related Posts

Peringkat

Profle

Syafruddin Adi

Achmad Sarjono

Achmad Sarjono verified

Postingan Bulan ini: 113

Postingan Tahun ini: 552

Registered: Sep 25, 2020

Herman Djide

Herman Djide verified

Postingan Bulan ini: 51

Postingan Tahun ini: 1004

Registered: Sep 22, 2020

Suhardi

Suhardi

Postingan Bulan ini: 46

Postingan Tahun ini: 535

Registered: Sep 22, 2020

H. Syamsul Hadi, S.Pd

H. Syamsul Hadi, S.Pd

Postingan Bulan ini: 39

Postingan Tahun ini: 183

Registered: Jan 24, 2021

Profle

Azhar Harahap

Akhirnya Terjawab Sudah, MK Terima Gugatan  Dan Mengadili Perkara PSU Pilkada 2020
Sat Narkoba Polres Bantaeng Amankan 2 Warga dan 1 Oknum Polisi, Tes Urine Positif
Aneh, Oknum Bendahara DPRD Jeneponto Bawa Kabur Uang Negara Rp500 Juta, Sekwan: Itu Alami Tak Perlu Dipersoalkan
Status Prodi Teknik Sipil dan Elektro di UKI Toraja, Legalitas Ijazahnya Dijamin

Follow Us

Recommended Posts

Cegah Penyebaran Covid 19, Muspika Kaliwates, Sambut Kepulangan PMI di Lokasi Isolasi Hotel Kebonagung Jember
Operasi Yustisi Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Covid 19 Kabupaten Jember, Tindak Tegas Pelanggar
Bupati Tetapkan Edamame Jadi Bagian Ikon Kabupaten Jember
Bagi Masker Dan Takjil Gratis Sambut Ramadhan Dan Diesnatalis, UKM KSR Politeknik Negeri Jember
Tony Rosyid: Anies Berpotensi Jadi Tokoh Fenomenal di 2024