Petani Terdampak Banjir Bingung, Belum Ada Perhatian Pemerintah

Petani Terdampak Banjir Bingung, Belum Ada Perhatian Pemerintah
H. Jumantara, Ketua HKTI Jember

JEMBER - Bencana banjir tidak saja masuk ke rumah-rumah warga tetapi juga menggenangi sawah. Padahal musim tanam baru saja dimulai. Akibatnya ratusan hektar padi terancam rusak dan petani dipastikan merugi. Mereka bingung harus mengeluh ke siapa. 

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember, H. Jumantoro mengatakan akibat banjir diawal tahun ini kondisi petani di Jember memprihatinkan. 

"Dari laporan kawan-kawan di daerah luasan sawah yang terdampak kurang lebih 600-700 hektar di 6 kecamatan akibat banjir, " kata Jumantoro ketika ditemui di rumahnya, Selasa, (19/1/2021). Petani mulai menanam padi pada akhir bulan lalu sehingga usia tanamnya masih muda. Batang padi dan anakannya masih kecil, rentan patah. Apalagi saat diterjang banjir, hampir pasti rusak. 

Jumantoro menambahkan, beban petani semakin berat sebab ada ancaman lain datang. "Selain banjir juga hama tikus mulai merajalela, " imbuh owner CV. Jumantara itu. Petani secara swadaya mengatasi dua situasi sulit tersebut tanpa adanya bantuan dari pemerintah.

Kondisi ini harus segera ditangani dengan serius oleh pemerintah daerah agar petani bisa bangkit dan bercocok tanam lagi, harap Bapak dua anak itu. 

"Petani sekarang ini, yang terdampak bencana ibarat kata hidup tak mau matipun segan, " Jumantoro menggambarkan kondisi petani.

HKTI Jember merasa kebijakan pemerintah masih belum berpihak ke petani. Pupuk bersubsidi jumlahnya dikurangi sehingga petani terpaksa beralih ke non subsidi sedangkan harga pokok penjualannya tetap. Akibatnya ongkos produksinya naik dan hasil penjualan panen masih belum menentu. 

"Kita berharap siapapun bupatinya, siapapun penentu kebijakan baik dinas terkait ataupun bupati harus memberikan informasi ini kepada pemerintah provinsi maupun pusat. Harus ada penanganan serius agar petani tidak menjadi bangkrut, " tandas Jumantoro.

Sementara itu informasi dari Pemkab Jember terkait kondisi petani yang terdampak banjir masih minim. Padahal bencana banjir meliputi 6 kecamatan di Jember dengan area sawah lebih dari 600 hektar. 

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten, Gatot Triyono lewat pesan singkat WhatsApp menjawab pertanyaan Wartawan Indonesiasatu, kurang paham.

Seperti diketahui bersama, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021 atau Perkada yang diajukan Bupati Faida masih belum disetujui oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Akibatnya banyak program kerja tidak bisa dieksekusi. (Sigit)

JEMBER JATIM
Sigit Priyono Azeta

Sigit Priyono Azeta

Previous Article

25.165 Paket Bantuan Polda untuk Korban...

Next Article

Karya Bakti TNI, Pengerjaan Tebing Penahan...

Related Posts

Peringkat

Profle

Syafruddin Adi

Achmad Sarjono

Achmad Sarjono verified

Postingan Bulan ini: 113

Postingan Tahun ini: 552

Registered: Sep 25, 2020

Herman Djide

Herman Djide verified

Postingan Bulan ini: 51

Postingan Tahun ini: 1004

Registered: Sep 22, 2020

Suhardi

Suhardi

Postingan Bulan ini: 46

Postingan Tahun ini: 535

Registered: Sep 22, 2020

H. Syamsul Hadi, S.Pd

H. Syamsul Hadi, S.Pd

Postingan Bulan ini: 39

Postingan Tahun ini: 183

Registered: Jan 24, 2021

Profle

Azhar Harahap

Akhirnya Terjawab Sudah, MK Terima Gugatan  Dan Mengadili Perkara PSU Pilkada 2020
Sat Narkoba Polres Bantaeng Amankan 2 Warga dan 1 Oknum Polisi, Tes Urine Positif
Aneh, Oknum Bendahara DPRD Jeneponto Bawa Kabur Uang Negara Rp500 Juta, Sekwan: Itu Alami Tak Perlu Dipersoalkan
Status Prodi Teknik Sipil dan Elektro di UKI Toraja, Legalitas Ijazahnya Dijamin

Follow Us

Recommended Posts

Cegah Penyebaran Covid 19, Muspika Kaliwates, Sambut Kepulangan PMI di Lokasi Isolasi Hotel Kebonagung Jember
Operasi Yustisi Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Covid 19 Kabupaten Jember, Tindak Tegas Pelanggar
Bupati Tetapkan Edamame Jadi Bagian Ikon Kabupaten Jember
Bagi Masker Dan Takjil Gratis Sambut Ramadhan Dan Diesnatalis, UKM KSR Politeknik Negeri Jember
Tony Rosyid: Anies Berpotensi Jadi Tokoh Fenomenal di 2024